Sabtu, 17 April 2021

Manajemen Sekolah

 

Nama : Meta Dwi Julianti

Kelas : PAI/4E

NIM : 11901043

Makul : Magang 1

Dosen Pengampu : Farninda Aditya, M.Pd

 

A.    Manajemen Sekolah

1.      Konsep Manajemen Sekolah

Dalam arti luas manajemen berarti perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan sumber daya organisasi agar tercapainya tujuan secara efektif dan efisien. Sedangkan dalam arti sempitnya manajemen sekolah ialah : perencanaan program sekolah, pelaksanaan program sekolah, kepemimpinan kepala sekolah, pengawas/ evaluasi, dan sistem informasi sekolah. Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal harus mampu mengembangkan potensi yang dimiliki siswa. Adapun potensi yang harus dimiliki ialah aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Manajemen sekolah adalah suatu proses yang mengelolah sekolah melalui perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Kepala sekolah merupakan manajer yang telah ditentukan posisinya di dalam organisasi sekolah. Manajemen pembelajaran merupakan prioritas kepala sekolah dalam manajemen sekolah.

 

2.      Fungsi Manajemen Sekolah

a.       Fungsi perencanaan (planning)

b.      Fungsi pengorganisasian (organizing)

c.       Fungsi pengarahan (controlling)

d.      Fungsi staffing (pembentukan staf)

 

3.      Garapan Manajemen Sekolah

Manajemen pendidikan merupakan bagian dari proses manajemen sekolah, sebab merujuk kepada penataan Sumber Daya Manusia (SDM), kurikulum, fasilitas, sumber belajar dan dana serta upaya mengapai tujuan lembaga sekolah secara dinamis. Manajemen pendidikan adalah suatu sistem pengelolaan dan penataan sumber daya pendidikan, seperti tenaga kependidikan, peserta didik, masyarakat, kurikulum, keuangan, sarana dan prasarana pendidikan, tata laksana dan lingkungan pendidikan.

 

4.      Peranan kepala sekolah dalam Manajemen

Kepala sekolah mempunyai tanggung jawab sebagai pemimpin dalam bidang pengajaran, pengembangan kurikulum, administrasi kesiswaan dan personalia staf, hubungan masyarakat, administrasi school plant dan perlengkapan serta organisasi sekolah. Kewajiban dari seorang kepala sekolah ialah menciptakan hubungan yang baik dengan guru, staf, dan siswa, karena esensi kepemimpinan merupakan kepengikutan. Ada tiga macam peranan pemimpin dilihat dari otoritas dan status formal seorang pemimpin. Dalam melaksanakan fungsinya, Seorang kepala sekolah wajib memiliki hubungan baik dengan para guru, staf, dan siswa, karena esensi kepemimpinan adalah kepengikutan. EMASLIM, singkatan dari Educator, Manager, Administrasi, Supervisor, Leader, Innovator, dan motivator merupakan rumus dalam kinerje dari seorang kepala sekolah.

 

5.      Mutu Pendidikan

Kamisa (Karwati dan Priansa,2013:15) menyebutkan bahwa “mutu yang dimaksud dalam perspektif pendidikan adalah mutu dalam konsep relatif, tertama berhunungan dangan kepuasan pelanggan. Pelanggan pendidikan ada dua, yaitu pelanggan internal dan eksternal”. Pendidikan akan bermutu jika pelanggan internal (kepala sekolah, guru, dan karyawan sekolah) berkembang, baik fisik maupun psikis, sedangkan pelanggan eksternal, yaitu: (1). Eksternal primer (peserta didik), (2). Ekstrnal skunder (orang tua, pemimpin pemerintah dan perusahaan, dan (3) eksternal tersier (pasar kerja dan masyarakat luas).

 

6.      Prinsip Manajemen Berbasis Sekolah

a.    Berkomitmen, Kepala sekola dan warga sekolah harus mempunyai komitmen yang kuat dalam upaya menggerakan semua warga sekolah.

b.      Kesiapan, Fisik dan mental harus dipersiapkan semua warga sekolah.

c.       Keterlibatan, dalam pendidikan harus melibatkan semua pihak dalam mendidik anak.

d.      Kelembagaan, sekolah itu sebagai lembaga yang merupakan unit terpenting dalam pendidikan.

e.     Keputusan, semua keputasan yang berhubungan dengan sekolah di buat oleh pihak yang benar-benar mengerti tentang pendidikan.

f.   Kesadaran, yang harus dimiliki oleh seorang guru ialah kesadaran untuk membantu dalam pembuatan keputusan program dalam pendidikan dan kurikulum.

g.  Kemandirian, sekolah harus diberi otonomi sehingga memiliki kemandirian dalam membuat keputusan pengalokasian dana.

h.      Ketahanan, perubahan atau bertahan lebih lama apabila melibatkan stakeholders sekolah.

 

7.      Penerapan manajemen berbasis sekolah

a.       Harus mendapatkan dukungan staf sekolah.

b.      Akan berhasil jika diterapkan secara bertahap

c.   Staf sekolah dan kantor dinas harus memperoleh pelatihan penerapannya pada saat yang sama juga harus belajar menyesuaikan diri dengan peran dan saluran komunikasi yang baru.

d.   Harus adanya dukungan anggaran untuk pelatihan penyediaan waktu bagi staf untuk bertemu secara teratur.

e.  Harus dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah ialah mendelegasikan wewenang kepada kepala sekolah, dan kepala sekolah selanjutnya berbagi kewenangan ini dengan para guru dan orang tua murid.

 

B.     Aspek Manajemen Sekolah

1.      Aspek-aspek Manajemen Sekolah

a.       Manajemen Kepegawaian

Manajemen kepegawaian merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dimulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan, pengadaan, pengembangan, peningkatan kompetensi, pengintegrasian dan pengelolaan tenaga kerja yang ditujukan untuk mencapai tujuan bersama suatu organisasi secara efektif dan efisien. Ada dua yang dapat dikategorikan dalam kepegawaian di suatu lembaga, yaitu pendidik dan tenaga kependidikan. Program yang dirancang sekolah ialah suatu program pengolahan database dalam suatu sistem kependidikan, sehingga optimalisasi pendidik dan tenaga kependidikan bisa menunjang proses pembelajaran yang maksimal sesuai dengan visi misi sekolah. Poin utama yang mendukung hal tersebut harus disesuaikan dengan kondisi sekolah, pembagian tugas, mengantisipasi jika terjadinya masalah, menentukan sistem penghargaan serta pengembangan profesi bagi seluruh pendidik dan tenaga kependidikan secara adil, ransparan, dan profesional.

Pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan harus dikelolah secara sistematis dan otomatis dalam suatu sistem yang sesuai dengan aspirasi, kebutuhan kurikulum dan sekolah. Penugasan pendidik dan tenaga kependidikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan sesuai kualifikasi dan skala prioritas. Untuk memaksimalkan tercapainya terget yang telah di tetapkan, efektivitas dan kinerja pegawai perlu adanya database kepegawaian baik tenaga administrasi ataupun tenaga fungsional (pendidik) yang dimiliki suatu sekolah.

b.      Manajemen kesiswaan

Manajemen siswa merupakan suatu proses kegiatan yang direncanakan diimplementasikan secara berkelanjutan supaya bisa mengikuti proses belajar mengajar sesuai dengan kurikulum yang digunakan.

Ada beberapa yang harus diperhatikan dalam pengelolaan manjemen siswa ialah :

1)      Siswa memperoleh perlakuan sesuai dengan minat, bakat, dan skillnya.

2) Mendapatkan pendidikan berkelanjutan, baik pendidikan formal ataupun untuk mengembangkan potensi diri.

3)    Siswa mendapatkan fasilitas belajar, beasiswa, penerimaan pada sekolah yang diinginkan.

4)      Memperoleh penilaian dari hasil belajar.

Manajemen siswa mengelola dua kegiatan berbeda, yaitu :

1) Kegiatan di dalam kelas, meliputi pengelolaan kelas, proses belajar mengajar, menyediakan media pembelajaran.

2)  Kegiatan di luar kelas, meliputi, pencatatan data siswa, menyediakan sarana ibadah, olahraga, perpustakaan.

 

System informasi manajemen pendidikan dapat dikaitkan dengan lembaga pendidikan yang bisa memberikan layanan siswa, yaitu :

·         Memberikan layanan konseling kepada peserta didik

·         Melaksanakan kegiatan ekstra dan kurikuler untuk peserta didik

·         Melakukan pembinaan prestasi unggulan

·         Melakukan pendataan terhadap peserta didik

·         Melakukan pendataan alumni.

 

c.       Manajemen Kurikulum

Faktor utama disuatu sekolah ialah keberadaan kurikulum selama aktivitas pembelajaran di sekolah berlangsung. Setiap peserta didik dalam mengikuti pembelajaran harus berdasarkan kurikulum yang diterapkan. Kurikulum yang digunakan harus mengacu pada kurikulum yang ditetapkan Kementerian Pendidikan Nasional yang mengacu pada falsafah dan cita-cita bangsa, perkembangan siswa, serta tuntutan dan kemajuan masyarakat.

Untuk memenuhi kebutuhan kompetensi Abad 21, UU Sisdiknas memberikan arahan yang jelas, bahwa tujuan pendidikan harus dicapai salah satunya melalui penerapan kurikulum berbasis kompetensi. Ada tiga yang mencakup kompetensi lulusan program pendidikan, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dengan demikian, tujuan pendidikan nasional perlu dijabarkan menjadi himpunan kompetensi dalam tiga ranah kompetensi (sikap, pengetahuan, dan keterampilan).

Implementasi manajemen kurikulum disusun sehingga kegiatan dan proses pembelajaran bisa diwujudkan secara efektif dan efisien, dengan memperhatikan : standar kompetensi lulusan, standar isi dan peraturan pelaksanaan. Dikembangkan sesuai kondisi lembaga sekolah, potensi dan karakteristik daerah, sosial budaya dan kondisi peserta didik.

 

d.      Manajemen Penilaian

Pihak manajemen sekolah harus menyusun program penilaian hasil belajar peserta didik yang ditujukan pada standar penilaian pendidikan yang dilakukan sesuai kalender akademik. Penilaian hasil belajar dilaksanakan peserta didik untuk seluruh mata pelajaran dan memuat catatan keseluruhan. Jika ada kekurangan maka disusunlah program remedial dan dilakukan klarifikasi capaian ketuntasan yang direncanakan peserta didik. Selanjutnya menyusun laporan kepada pihak yang memerlukan, pertimbangan kenaikan kelas dan kelulusan serta dokumentasi.

Manajemen sekolah menetapkan standar prosedur penilaian transparansi sistem evaluasi hasil belajar untuk penilaian formal. Setiap pendidik mengembalikan hasil kerja siswa yang sudah dinilai dan memasukan data penilaiannya pada sistem informasi manajemen penilaian.

 

e.       Manajemen Keuangan

Manajemen keuagan adalah rangkaian kegiatan lembaga yang berkaitan dengan keuangan, menggunakan keuanagan, dan menyajikan laporan pertanggungjawaban untuk mewujudkan tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Pengelolaan keuangan bisa dengan menggunakan dari berbagai sumber yang memang harus sesuai dengan prosedur baik yang berasal dari pemerintah, masyarakat, atupun bantuan operasional sekolah.

Dana sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan suatu program, baik yang bersifat manajemen administrative ataupun operasional. Oleh karena itu dalam pengelolaannya memerlukan perencanaan , pengorganisasian, pengawasan dan pertanggungjawaban. Yang sangat berpengaruh dalam pengambilan kebijakan penggunaan keuangan ialah pencatatan arus keuangan, baik pendapatan maupun pengeluaran selalu dituliskan dalam pembukuannya.

Manajemen keuangan sekolah merupakan semua proses kegiatan yang dilakukan peserta didik sesuai dengan prosedur terhadap biaya operasional sekolah sehingga tujuan pendidikan bisa tercapai.

Ada empat yang harus diperhatikan dalam mengelola keuangan sekolah,yaitu :

1) Bisa berkerjasama dengan bagian lainnya yang bertanggungjawab terhadap perencanaan umum lembaga.

2)      Fokus pada berbagai keputusan investasi dan pembiayaan.

3)      Menciptakan setiap program kerja dengan efisien dan efektif.

4)      Mengelola berbagai bantuan operasional sekolah dengan transparan akuntabel.

 

f.       Manajemen Aset

Manajemen aset adalah semua rangkaian kegitan yang mengelola berbagai aset pendidikan untuk selalu bisa berguna pada proses belajar mengajar. Aset merupakan sumber daya ekonomi yang dikuasai atau dimiliki oleh pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi atau sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh, baik oleh pemerintah maupun masyarakat, lalu dapat diukur dalam satuan uang, termasuk sumber daya non keuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi masyarakat umum dan sumber-sumber daya yang dipelihara karena alasan sejarah dan budaya.

Aset dapat diklasifikasikan ke dalam aset lancar dan nonlancar. Aset yang apabila diharapkan segera untuk dapat direalisasikan atau dimiliki untuk dipakai atau dijual dalam waktu 12 bulan sejak tanggal pelaporan ini termasuk aset yang diklasifikasikan sebagai aset lancar. Sedangkan aset nonlancar ialah aset yang tidak dapat dimasukan dalam kriteria tersebut. Aset lancar meliputi kas dan setara kas, investasi janga pendek, piutang dan persediaan. Dan aset nonlancar meliputi aset yang bersifat jangka panjang, dan aset tak berwujud yang digunakan baik langsung maupun tidak langsung untuk kegiatan pemerintah atau yang digunakan masyarakat umum.

 

 

Referensi :

Farikhah.Siti. 2018. Manajemen Pendidikan. Yogyakarta : Aswaja Pressindo

Nurdyansyah. 2017. Manajemen Sekolah Berbasis ICT. Sidoarjo:Nizamia Learning Center.

Nur, Muhammad. 2016. Manajemen Sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan pada SDN Dayah Guci Kabupaten PIDIE. Jurnal Administrasi Pendidikan, Vol.4,No.1

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar