Nama : Meta Dwi Julianti
Kelas : PAI/4E
NIM : 11901043
Makul : Magang 1
Dosen Pengampu : Farninda Aditya, M.Pd
A.
Manajemen Sekolah
1.
Konsep Manajemen Sekolah
Dalam arti luas manajemen berarti perencanaan,
pelaksanaan, dan pengawasan sumber daya organisasi agar tercapainya tujuan
secara efektif dan efisien. Sedangkan dalam arti sempitnya manajemen sekolah
ialah : perencanaan program sekolah, pelaksanaan program sekolah, kepemimpinan
kepala sekolah, pengawas/ evaluasi, dan sistem informasi sekolah. Sekolah
merupakan lembaga pendidikan formal harus mampu mengembangkan potensi yang
dimiliki siswa. Adapun potensi yang harus dimiliki ialah aspek kognitif,
afektif, dan psikomotorik.
Manajemen sekolah adalah suatu proses yang
mengelolah sekolah melalui perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan
pengawasan sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
Kepala sekolah merupakan manajer yang telah ditentukan posisinya di dalam
organisasi sekolah. Manajemen pembelajaran merupakan prioritas kepala sekolah
dalam manajemen sekolah.
2.
Fungsi Manajemen Sekolah
a.
Fungsi perencanaan (planning)
b.
Fungsi pengorganisasian (organizing)
c.
Fungsi pengarahan (controlling)
d.
Fungsi staffing (pembentukan staf)
3.
Garapan Manajemen Sekolah
Manajemen pendidikan merupakan bagian dari proses manajemen sekolah, sebab
merujuk kepada penataan Sumber Daya Manusia (SDM), kurikulum, fasilitas, sumber
belajar dan dana serta upaya mengapai tujuan lembaga sekolah secara dinamis.
Manajemen pendidikan adalah suatu sistem pengelolaan dan penataan sumber daya
pendidikan, seperti tenaga kependidikan, peserta didik, masyarakat, kurikulum,
keuangan, sarana dan prasarana pendidikan, tata laksana dan lingkungan
pendidikan.
4.
Peranan kepala sekolah dalam Manajemen
Kepala sekolah mempunyai tanggung jawab sebagai pemimpin dalam bidang
pengajaran, pengembangan kurikulum, administrasi kesiswaan dan personalia staf,
hubungan masyarakat, administrasi school plant dan perlengkapan serta
organisasi sekolah. Kewajiban dari seorang kepala sekolah ialah menciptakan
hubungan yang baik dengan guru, staf, dan siswa, karena esensi kepemimpinan
merupakan kepengikutan. Ada tiga macam peranan pemimpin dilihat dari otoritas dan
status formal seorang pemimpin. Dalam melaksanakan fungsinya, Seorang kepala
sekolah wajib memiliki hubungan baik dengan para guru, staf, dan siswa, karena
esensi kepemimpinan adalah kepengikutan. EMASLIM, singkatan dari Educator,
Manager, Administrasi, Supervisor, Leader, Innovator, dan motivator merupakan
rumus dalam kinerje dari seorang kepala sekolah.
5.
Mutu Pendidikan
Kamisa (Karwati dan Priansa,2013:15) menyebutkan bahwa “mutu yang dimaksud
dalam perspektif pendidikan adalah mutu dalam konsep relatif, tertama
berhunungan dangan kepuasan pelanggan. Pelanggan pendidikan ada dua, yaitu
pelanggan internal dan eksternal”. Pendidikan akan bermutu jika pelanggan
internal (kepala sekolah, guru, dan karyawan sekolah) berkembang, baik fisik
maupun psikis, sedangkan pelanggan eksternal, yaitu: (1). Eksternal primer
(peserta didik), (2). Ekstrnal skunder (orang tua, pemimpin pemerintah dan
perusahaan, dan (3) eksternal tersier (pasar kerja dan masyarakat luas).
6.
Prinsip Manajemen Berbasis Sekolah
a. Berkomitmen, Kepala sekola dan warga sekolah harus mempunyai komitmen yang
kuat dalam upaya menggerakan semua warga sekolah.
b.
Kesiapan, Fisik dan mental harus dipersiapkan semua warga sekolah.
c.
Keterlibatan, dalam pendidikan harus melibatkan semua pihak dalam mendidik
anak.
d.
Kelembagaan, sekolah itu sebagai lembaga yang merupakan unit terpenting
dalam pendidikan.
e. Keputusan, semua keputasan yang berhubungan dengan sekolah di buat oleh
pihak yang benar-benar mengerti tentang pendidikan.
f. Kesadaran, yang harus dimiliki oleh seorang guru ialah kesadaran untuk
membantu dalam pembuatan keputusan program dalam pendidikan dan kurikulum.
g. Kemandirian, sekolah harus diberi otonomi sehingga memiliki kemandirian
dalam membuat keputusan pengalokasian dana.
h.
Ketahanan, perubahan atau bertahan lebih lama apabila melibatkan
stakeholders sekolah.
7.
Penerapan manajemen berbasis sekolah
a.
Harus mendapatkan dukungan staf sekolah.
b.
Akan berhasil jika diterapkan secara bertahap
c. Staf sekolah dan kantor dinas harus memperoleh pelatihan penerapannya pada
saat yang sama juga harus belajar menyesuaikan diri dengan peran dan saluran
komunikasi yang baru.
d. Harus adanya dukungan anggaran untuk pelatihan penyediaan waktu bagi staf
untuk bertemu secara teratur.
e. Harus dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah ialah mendelegasikan
wewenang kepada kepala sekolah, dan kepala sekolah selanjutnya berbagi
kewenangan ini dengan para guru dan orang tua murid.
B.
Aspek Manajemen Sekolah
1.
Aspek-aspek Manajemen Sekolah
a.
Manajemen Kepegawaian
Manajemen kepegawaian merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dimulai dari perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan, pengadaan, pengembangan,
peningkatan kompetensi, pengintegrasian dan pengelolaan tenaga kerja yang
ditujukan untuk mencapai tujuan bersama suatu organisasi secara efektif dan
efisien. Ada dua yang dapat dikategorikan dalam kepegawaian di suatu lembaga,
yaitu pendidik dan tenaga kependidikan. Program yang dirancang sekolah ialah
suatu program pengolahan database dalam suatu sistem kependidikan, sehingga
optimalisasi pendidik dan tenaga kependidikan bisa menunjang proses
pembelajaran yang maksimal sesuai dengan visi misi sekolah. Poin utama yang
mendukung hal tersebut harus disesuaikan dengan kondisi sekolah, pembagian
tugas, mengantisipasi jika terjadinya masalah, menentukan sistem penghargaan
serta pengembangan profesi bagi seluruh pendidik dan tenaga kependidikan secara
adil, ransparan, dan profesional.
Pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan harus dikelolah secara
sistematis dan otomatis dalam suatu sistem yang sesuai dengan aspirasi,
kebutuhan kurikulum dan sekolah. Penugasan pendidik dan tenaga kependidikan
dapat disesuaikan dengan kebutuhan sesuai kualifikasi dan skala prioritas.
Untuk memaksimalkan tercapainya terget yang telah di tetapkan, efektivitas dan
kinerja pegawai perlu adanya database kepegawaian baik tenaga administrasi
ataupun tenaga fungsional (pendidik) yang dimiliki suatu sekolah.
b.
Manajemen kesiswaan
Manajemen siswa merupakan suatu proses kegiatan yang direncanakan diimplementasikan
secara berkelanjutan supaya bisa mengikuti proses belajar mengajar sesuai
dengan kurikulum yang digunakan.
Ada beberapa yang harus diperhatikan dalam pengelolaan manjemen siswa ialah
:
1)
Siswa memperoleh perlakuan sesuai dengan minat, bakat, dan skillnya.
2) Mendapatkan pendidikan berkelanjutan, baik pendidikan formal ataupun untuk
mengembangkan potensi diri.
3) Siswa mendapatkan fasilitas belajar, beasiswa, penerimaan pada sekolah yang
diinginkan.
4)
Memperoleh penilaian dari hasil belajar.
Manajemen siswa mengelola dua kegiatan
berbeda, yaitu :
1) Kegiatan di dalam kelas, meliputi pengelolaan kelas, proses belajar
mengajar, menyediakan media pembelajaran.
2) Kegiatan di luar kelas, meliputi, pencatatan data siswa, menyediakan
sarana ibadah, olahraga, perpustakaan.
System informasi manajemen pendidikan dapat
dikaitkan dengan lembaga pendidikan yang bisa memberikan layanan siswa, yaitu :
·
Memberikan layanan konseling kepada peserta didik
·
Melaksanakan kegiatan ekstra dan kurikuler untuk peserta didik
·
Melakukan pembinaan prestasi unggulan
·
Melakukan pendataan terhadap peserta didik
·
Melakukan pendataan alumni.
c.
Manajemen Kurikulum
Faktor utama disuatu sekolah ialah keberadaan kurikulum selama aktivitas
pembelajaran di sekolah berlangsung. Setiap peserta didik dalam mengikuti
pembelajaran harus berdasarkan kurikulum yang diterapkan. Kurikulum yang
digunakan harus mengacu pada kurikulum yang ditetapkan Kementerian Pendidikan
Nasional yang mengacu pada falsafah dan cita-cita bangsa, perkembangan siswa,
serta tuntutan dan kemajuan masyarakat.
Untuk memenuhi kebutuhan kompetensi Abad 21, UU Sisdiknas memberikan arahan
yang jelas, bahwa tujuan pendidikan harus dicapai salah satunya melalui
penerapan kurikulum berbasis kompetensi. Ada tiga yang mencakup kompetensi
lulusan program pendidikan, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dengan
demikian, tujuan pendidikan nasional perlu dijabarkan menjadi himpunan
kompetensi dalam tiga ranah kompetensi (sikap, pengetahuan, dan keterampilan).
Implementasi manajemen kurikulum disusun sehingga kegiatan dan proses
pembelajaran bisa diwujudkan secara efektif dan efisien, dengan memperhatikan :
standar kompetensi lulusan, standar isi dan peraturan pelaksanaan. Dikembangkan
sesuai kondisi lembaga sekolah, potensi dan karakteristik daerah, sosial budaya
dan kondisi peserta didik.
d.
Manajemen Penilaian
Pihak manajemen sekolah harus menyusun program penilaian hasil belajar
peserta didik yang ditujukan pada standar penilaian pendidikan yang dilakukan
sesuai kalender akademik. Penilaian hasil belajar dilaksanakan peserta didik
untuk seluruh mata pelajaran dan memuat catatan keseluruhan. Jika ada
kekurangan maka disusunlah program remedial dan dilakukan klarifikasi capaian
ketuntasan yang direncanakan peserta didik. Selanjutnya menyusun laporan kepada
pihak yang memerlukan, pertimbangan kenaikan kelas dan kelulusan serta
dokumentasi.
Manajemen sekolah menetapkan standar prosedur penilaian transparansi sistem
evaluasi hasil belajar untuk penilaian formal. Setiap pendidik mengembalikan
hasil kerja siswa yang sudah dinilai dan memasukan data penilaiannya pada
sistem informasi manajemen penilaian.
e.
Manajemen Keuangan
Manajemen keuagan adalah rangkaian kegiatan lembaga yang
berkaitan dengan keuangan, menggunakan keuanagan, dan menyajikan laporan
pertanggungjawaban untuk mewujudkan tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
Pengelolaan keuangan bisa dengan menggunakan dari berbagai sumber yang memang
harus sesuai dengan prosedur baik yang berasal dari pemerintah, masyarakat,
atupun bantuan operasional sekolah.
Dana sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan suatu program,
baik yang bersifat manajemen administrative ataupun operasional. Oleh karena
itu dalam pengelolaannya memerlukan perencanaan , pengorganisasian, pengawasan
dan pertanggungjawaban. Yang sangat berpengaruh dalam pengambilan kebijakan
penggunaan keuangan ialah pencatatan arus keuangan, baik pendapatan maupun
pengeluaran selalu dituliskan dalam pembukuannya.
Manajemen keuangan sekolah merupakan semua proses
kegiatan yang dilakukan peserta didik sesuai dengan prosedur terhadap biaya
operasional sekolah sehingga tujuan pendidikan bisa tercapai.
Ada empat yang harus diperhatikan dalam mengelola
keuangan sekolah,yaitu :
1) Bisa berkerjasama dengan bagian lainnya yang bertanggungjawab terhadap
perencanaan umum lembaga.
2)
Fokus pada berbagai keputusan investasi dan pembiayaan.
3)
Menciptakan setiap program kerja dengan efisien dan efektif.
4)
Mengelola berbagai bantuan operasional sekolah dengan transparan akuntabel.
f.
Manajemen Aset
Manajemen aset adalah semua rangkaian kegitan yang mengelola berbagai aset
pendidikan untuk selalu bisa berguna pada proses belajar mengajar. Aset
merupakan sumber daya ekonomi yang dikuasai atau dimiliki oleh pemerintah
sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi atau
sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh, baik oleh pemerintah maupun
masyarakat, lalu dapat diukur dalam satuan uang, termasuk sumber daya non
keuangan yang diperlukan untuk penyediaan jasa bagi masyarakat umum dan
sumber-sumber daya yang dipelihara karena alasan sejarah dan budaya.
Aset dapat diklasifikasikan ke dalam aset lancar dan nonlancar. Aset yang
apabila diharapkan segera untuk dapat direalisasikan atau dimiliki untuk
dipakai atau dijual dalam waktu 12 bulan sejak tanggal pelaporan ini termasuk
aset yang diklasifikasikan sebagai aset lancar. Sedangkan aset nonlancar ialah
aset yang tidak dapat dimasukan dalam kriteria tersebut. Aset lancar meliputi
kas dan setara kas, investasi janga pendek, piutang dan persediaan. Dan aset
nonlancar meliputi aset yang bersifat jangka panjang, dan aset tak berwujud
yang digunakan baik langsung maupun tidak langsung untuk kegiatan pemerintah
atau yang digunakan masyarakat umum.
Referensi :
Farikhah.Siti. 2018. Manajemen Pendidikan. Yogyakarta : Aswaja Pressindo
Nurdyansyah. 2017. Manajemen Sekolah Berbasis ICT. Sidoarjo:Nizamia Learning Center.
Nur, Muhammad. 2016. Manajemen Sekolah dalam
meningkatkan mutu pendidikan pada SDN Dayah Guci Kabupaten PIDIE. Jurnal
Administrasi Pendidikan, Vol.4,No.1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar