Nama : Meta Dwi Julianti
Kelas : PAI/4E
NIM : 11901043
Makul : Magang 1
Dosen Pengampu : Farninda Aditya, M.Pd
Karakteristik Peserta Didik
A.
Karakteristik Peserta didik
Karakteristik peserta didik adalah salah satu aspek-aspek dari kondisi
pengajaran. Aspek- aspek ini seacam bakat, minat, sikap, motivasi belajar, gaya
belajar, kemampuan berfikir dan kemampuan awal yang sudah dimilikinya. Setiap manusia
memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Karakteristik peserta didik merupakan
perilaku dan kemampuan yang ada pada pada masing-masing anak sebagai hasil dari
interaksi antara pembawaan dengan lingkungan sosialnya, sehingga dapat
menentukan pola aktivitasnya dalam mewujudkan harapan dan meraih cita-cita. Oleh
karena itu, upaya dalam memahami perkembangan peserta didik harus dikaitkan
atau disesuaikan dengan karekteristik peserta didik itu sendiri. Guru bukan
hanya harus memahami karekteristik anak secara individu, tapi ia juga perlu
memahami karekteristik anak secara kelompok.
Empat pokok hal dominan dari karakteristik siswa yang harus dipahami oleh
guru yaitu :
1.
Kemampuan dasar seperti kemampuan kognitif atau intelektual.
2.
Latar belakang kultural lokal, status sosial, status ekonomi, agama dll.
3.
Perbedaan-perbedaan kepribadian seperti sikap, perasaan, minat, dll
4.
Cita-cita, pandangan ke depan, keyakinan diri, daya tahan,dll
Mengidentifikasi kemampuan awal dan
karakteristik peserta didik mempunyai tujuan yaitu :
1.
Memperoleh informasi yang lengkap dan akurat berkenaan dengan kemampuan
serta karakteristik awal siswa sebelum mengikuti program pembelajaran tertentu.
2.
Menyeleksi tuntutan, bakat, minat, kemampuan, serta kecenderungan peserta
didik berkaitan dengan pemilihan program-program pembelajaran tertentu yang
akan diikuti mereka.
3.
Menentukan desain program pembelajaran dan atau pelatihan tertentu yang
perlu dikembangkan sesuai dengan kemampuan awal peserta didik.
B. Menganalisis karekteristik peserta didik
Hal yang harus diperhatikan oleh
guru dalam menganalisis karakteristik peserta didik dalam rangka mengoptimalkan
prestasi belajar, antara lain:
1. Kepribadian adalah suatu sistem
yang dinamis dari sifat-sifat, sikap dan kebiasaan yang menghasilkan tingkat
konsistensi respons individu yang beragam. Sifat-sifat kepribadian mencerminkan perkembangan fisik, seksual,
emosional, sosial, kognitif dan nilai-nilai. Masa remaja adalah saat
berkembangnya jati diri. Perkembangan jati diri ialah isu sentral pada masa remaja yang memberikan dasar bagi masa
dewasa. Apabila remaja gagal mengintegrasikan aspek-aspek dan pilihan atau
merasa tidak mampu untuk memilih, maka dia akan mengalami kebingungan. Ada tugas-tugas
perkembangan yang berasal dari kematangan kepribadian. Ini berkaitan dengan
pertumbuhan sistem nilai dan aspirasi. Misalnya, anak usia sekolah dasar mulai muncul kesadaran
akan perbedaan kelompok sosial dan ras, maka di usia ini ada tugas perkembangan
untuk bisa menyikapi dengan tepat perbedaan tersebut. Ketika beranjak remaja
muncul harapan tentang karier, sehingga muncul tugas perkembangan untuk memulai
mempelajari pengetahuan dan keterampilan sebagai persiapan kerja.
2. Peserta didik sebagai individu setelah dewasa
dituntut untuk tanggung jawab sebagai warga sipil seperti membayar pajak dan
memiliki pekerjaan.Pada usia sekolah dasar, seorang guru dituntut untuk
memberikan bantuan dalam upaya mencapai setiap tugas tersebut. Bantuan itu berupa: 1) Penciptaan lingkungan teman sebaya yang
mengajarkan keterampilan fisik. Contohnya, senam pagi, peserta didik dibagi ke
beberapa kelompok, lalu mereka senam bersama-sama. Atau mereka dapat dibuat
kelompok belajar, dengan membuat sebuah prakarya, 2) Pemberian pengalaman yang
nyata dalam membangun konsep. Misalnya, seorang guru dapat menceritakan dogeng
yang mengandung nilai-nilai kehidupan, sehingga peserta didik dapat mengambil
nilai positif yang terkandung dalam isi cerita tersebut. Dengan begitu
memudahkan peserta didik membangun konsepnya masing-masing.
3. Guru diharapkan dapat membantu peserta didik di usia remaja dalam
menjalankan tugas perkembangannya. Usaha itu dapat berupa: 1) Pada saat
membahas topik-topik yang berkaitan dengan anatomi dan fisisologi, peserta
didik wanita dan pria dipisahkan. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi
kesalahpahaman, dan rasa penasaran yang berlebihan dari masing-masing peserta
didik baik itu dari peserta didik wanita maupun pria, 2) Mengadakan
kegiatan-kegiatan yang positif untuk menyalurkan hobi dan minat mereka.
Pastikan kegiatan itu mempunyai tujuan dan menarik minat semua peserta didik
untuk mengikutinya dan 3) Guru dapat menjadi contoh teladan yang baik peserta
didik. Karena pada masa ini, peserta didik perlu model untuk dicontoh dalam
perilakunya. Karena pada tugas perkembangannya, peserta didik SMP masih suka
bersikap bimbang dan sering membandingkan. Ditakutkan jika seorang guru tidak
dapat memberi contoh teladan yang baik, peserta didik tidak akan lagi percaya
dengan nasihat yang diberikan. Mereka akan menganggap guru itu hanya omong
kosong, tanpa ada bukti yang jelas.
4. Guru dituntut untuk mampu memenuhi kebutuhannya. Yang dapat
dilakukannya, antara lain: 1) Memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang
kesehatan reproduksi, bahaya penyimpangan seksual, dan penyalahgunaan
narkotika, 2) Membantu peserta didik mengembangkan sikap apresiatif terhadap
kondisi dirinya dan 3)Melatih peserta didik mengembangkan kemampuan bertahan
dalam kondisi sulit dan penuh godaan.
5. Implikasi pendidikan atau bimbingan dari periode berpikir operasi
formal perlu disiapkan program pendidikan atau bimbingan untuk memfasilitasi
perkembangan kemampuan berpikir remaja. Upaya yang dapat dilakukan seperti:
Penggunaan metode mengajar yang mendorong anak untuk aktif bertanya,
mengemukakan gagasan atau mengujicobakan suatu materi. Melakukan dialog,
diskusi dengan peserta didik tentang masalah-masalah sosial atau berbagai aspek
kehidupan seperti agama, etika pergaulan dan pacaran, politik, lingkungan
hidup, bahayanya minuman keras dan obat-obatan terlarang.
6. Guru sangat perlu untuk
memahami perkembangan peserta didik meliputi: perkembangan fisik, perkembangan
sosio-emosional, dan bermuara pada perkembangan intelektual. Perkembangan fisik
dan perkembangan sosial mempunyai kontribusi yang kuat terhadap perkembangan
intelektual atau perkembangan mental atau perkembangan kognitif peserta
didik.Pemahaman guru terhadap perkembangan peserta didik sangat diperlukan
untuk merancang pembelajaran yang kondusif yang akan dilaksanakan. Rancangan
pembelajaran yang kondusif akan mampu meningkatkan motivasi belajar peserta
didik sehingga mampu meningkatkan proses dan hasil pembelajaran yang
diinginkan.
7. Perkembangan fisik selama remaja dimulai dari masa pubertas. Pada
masa ini terjadi perubahan fisiologis yang mengubah manusia yang belum mampu
bereproduksi menjadi mampu bereproduksi. Hampir setiap organ atau sistem tubuh
dipengaruhi oleh perubahan perubahan ini. Anak pubertas awal (prepubertal) dan
remaja pubertas akhir (postpubertal) berbeda dalam tampakan luar karena perubahan
perubahan dalam tinggi proporsi badan serta perkembangan ciri-ciri seks primer
dan sekunder.
8.
Walaupun urutan kejadian pubertas itu umumnya sama untuk tiap orang, waktu
terjadinya dan kecepatan berlangsungnya kejadian itu bervariasi. Rata-rata anak
perempuan memulai perubahan pubertas 1,5 hingga 2 tahun lebih cepat dari anak
laki laki. Kecepatan perubahan itu juga bervariasi, ada yang perlu waktu 1,5
hingga 2 tahun untuk mencapai kematangan reproduksi, tetapi ada yang memerlukan
waktu 6 tahun. Dengan adanya perbedaan perbedaan ini ada anak yang telah matang
sebelum anak matang yang sama usianya mulai mengalami pubertas.
C. Hubungan karakteristik peserta didik dengan
proses pembelajaran
Karakteristik
peserta didik sangat mempengaruhi keberhasilan pembelajaran. Peserta didik yang
mempunyai kesiapan secara fisiologis dan psikologis akan mampu mengikuti proses
pembelajaran dengan baik. Sebaliknya, yang kurang siap kemungkinan akan
mengalami kesulitan. Guru dapat memanfaatkan perbedaan karakteristik peserta
didik dalam mengelola kelas, terutama dalam penempatan dan pengelompokkan
(Khodijah 2011:184). Dalam Melaksanakan
pembelajaran yang bermutu ialah salah satu kewajiban guru. Proses pembelajaran ini dapat
dilakukan di dalam kelas dan di luar kelas. Pada Umumnya, proses pembelajaran di sekolah sebagai lembaga pendidikan
formal dilaksanakan di dalam kelas. Pembelajaran di kelas sangat memerlukan
kemampuan guru dalam mengelola dengan sebaik-baiknya agar tujuan yang telah
ditetapkan dapat tercapai. Salah satu pengelolaan yang dapat dilakukan ialah dengan
mengatur tempat duduk dan mengelompokkan peserta didik sesuai dengan
karakteristik psikologisnya. Misalnya, emosi mempunyai pengaruh terhadap proses
belajar seseorang. Emosi positif akan mempercepat proses belajar dan mencapai
hasil belajar yang lebih baik, sebaliknya emosi negatif dapat memperlambat
belajar atau bahkan menghentikannya sama sekali. Oleh karena itu, proses pembelajaran yang
berhasil haruslah dimulai dengan menciptakan emosi positif pada diri peserta
didik. Dalam Usaha
menciptakan emosi positif pada diri peserta didik dapat dilakukan dengan cara
antara lain dengan menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan.
D. Hubungan Karakteristik dengan hasil belajar
Karakteristik
peserta didik mempunyai hubungan positif dengan hasil pembelajaran. Maka dari itu, semakin baik
karakteristik peserta didik maka hasil belajar akan semakin baik atau
meningkat. Sebaliknya, karakteristik peserta didik yang tidak baik akan
menyebabkan hasil belajar tidak baik atau menurun. Misalnya, perbedaan
intelegensi yang mana modal utama
dalam belajar untuk mencapai hasil yang optimal. Setiap peserta didik memiliki
tingkat intelegensi yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut tampak dari proses
dan hasil belajar yang dicapai. Pada proses belajar di kelas, ada peserta didik
yang cepat menerima penyampaian guru dan ada yang lamban. Tinggi rendah hasil
belajar tergantung pada tinggi rendah intelegensi yang dimiliki, walaupun
intelegensi bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi hasil belajar.
Karakteristik peserta didik sangat
berbeda-beda antara satu dan lainnya, perbedaan karakteristik tersebut dapat
diringkas menjadi tiga macam karakteristik, yaitu karakteristik peserta didik
yang berkaitan dengan fisiologis, karakteristik peserta didik yang berkaitan
dengan psikologis, dan karakteristik peserta didik yang berkaitan dengan
lingkungan.
Proses
pembelajaran dikatakan berhasil jika mencapai hasil yang diharapkan. Proses pembelajaran meliputi
kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Pelaksanaan proses
pembelajaran harus memperhatikan komponen-komponen yang ada didalamnya, yaitu: guru, peserta didik, tujuan,
materi, metode dan alat, penilaian, sistem administrasi, personal administrasi,
dan lingkungan belajar.
Hasil
pembelajaran ialah perubahan
perilaku peserta didik secara menyeluruh setelah mengikuti proses pembelajaran
yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Perbedaan karakteristik
peserta didik berhubungan erat dengan proses pembelajaran yang dilaksanakan,
ada beberapa cara yang dapat dilaksanakan untuk mengurai perbedaan-perbedaan
tersebut, antara lain dengan memberikan program nutrisi kepada peserta didik
yang berasal dari keluarga kurang mampu, menciptakan mekanisme sosial yang baik
di antara para peserta didik, melaksanakan pembelajaran konstektual, program
remedial (perbaikan) bagi yang belum tuntas, dan meningkatkan prosesionalisme
guru diketahui mempunyai hubungan positif dengan hasil pembelajaran. Maka dari itu , semakin baik
karakteristik peserta didik maka hasil belajar akan cenderung semakin baik atau
meningkat. Jika karakteristik
peserta didik yang tidak baik akan menyebabkan hasil belajar tidak baik atau
menurun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar