Sabtu, 21 September 2019

Pengalaman Bahasa

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Nama saya Meta, lahir di pontianak. Bahasa yang saya gunakan sehari-hari tentu bahasa melayu, tapi sebenarnya kedua orang tua saya berasal dari Sumatra Barat(Padang) tepatnya ayah di Padang panjang dan ibu di Bukit tinggi. Walaupun kedua orang tua saya sudah lama merantau tatapi kalau dirumah biasanya tetap menggunakan bahasa padang, sedangkan saya dan kedua saudara berbahasa melayu. Karena saya dari kecil selalu mendengar bahasa orang tua saya dan saya hanya mengerti bahasanya tapi tidak dapat berbicara dengan bahasa padang .
Waktu orang tua saya mengajak saya pergi jalan-jalan pulang kampung(padang) disana saya mendengar kata-kata yang saya tidak mengerti, misalnya waktu perjalanan menuju kerumah nenek kami ketemu dengan adik nenek di jalan. Nenek itu berbicara sama orang tua saya, bilo tibo? Orang tua saya jawab kapatang, bara urang anak? Lai batigo, surang laki-laki, baduo padusi. Kalau di artikan ke bahasa Pontianak, Bilo tibo(kapan sampai), kapatang(kemaren), bara urang anak(berape orang anak), batigo(betige). Menurut pengalaman saya pulang ke kampung, banyak sekali perbedaan kosa katanya.  Misalnya lagi kalau di Padang paman itu dipanggil mamak, sedangkan di pontianak itu artinya ibu. Jadi untuk itu saya harus banyak belajar dari orang tua saya karena waktu pulang kampung saya hanya bisa diam dan kalau orang sana nanya saya bisa atau tidak bahasa padang, saya hanya bisa senyum dan menjawab tidak bisa.  Dan kalau saya ngomong, saya menggunakan bahasa indonesia karena kebanyakan orang di sana juga tidak mengerti bahasa melayu.  
Dan itu lah yang dapat saya sampaikan mengenai pengalaman bahasa.  Walaupun berbeda- beda tapi kita tetap satu yaitu bahasa Indonesia. 

Wassalamu'alaikum Wr. Wb